RSS

Promosi Melalui Sepakbola


Tak perlu diragukan lagi, sepakbola adalah olahraga terpopuler saat ini. Entah itu di Indonesia ataupun di seluruh penjuru dunia. Dengan tingkat kepopuleran yang tinggi tersebut, tidak heran cabang ini kerap dijadikan ajang promosi produk atau daerah. Ajang promosi produk sudah jamak kita lihat belakangan ini, apalagi bagi kita pecinta sepakbola eropa. Hampir semua baju para pemain di klub-klub top eropa terpampang nama dan logo suatu produk. Dari mulai produk elektronik, perbankan, maskapai penerbangan, minuman keras, hingga rumah taruhan. 

Di Indonesia, saya melihat hal serupa. Tapi bedanya di Negara kita ini bukan produk yang di promosikan, tetapi daerah tempat asal klub tersebut bernaung. Siapa yang bisa memastikan bahwa masyarakat Indonesia mengenal yang namanya kota Kediri, Pasuruan, Lamongan, Karawang, Dafonsoro, hingga yang sedang “booming” Raja Ampat. Saat ini bila kita mendengar yang namanya Lamongan, pasti yang terlintas pertama kali dalam benak kita adalah klub sepakbola Persela Lamongan, selain soto lamongan tentu saja :p. begitu pula dengan kota Kediri. Saya jujur baru mengetahui ada kota bernama Kediri setelah klub Persik Kediri menjadi juara Liga Indonesia pada tahun 2006. Bahkan saya kemudian mengidolai klub tersebut yang saat itu di perkuat trisula mautnya, Christian Gonzales, Ronald Fagundez, dan Danilo Fernando.

Mungkin hal ini yang dimanfaatkan betul oleh pemerintah daerahnya untuk mendongkrak jumlah wisatawan ke kotanya. Hal ini bisa dimaklumi karena sebagian besar klub-klub (yang mengaku) professional di Indonesia masih di biayai oleh APBD setempat. Dengan memberikan subsidi yang besar kepada klub setempat, maka klub akan dapat membeli pemain-pemain berkualitas, yang nantinya akan mendorong klub tersebut untuk dapat berprestasi. Dan klub yang berprestasi otomatis akan lebih di kenal publik, sehingga secara tidak langsung akan memberikan stigma positif pada kota asal klub tersebut. 

Belakangan ada sejumlah klub yang menampangkan logo atau tagline pariwisata daerahnya di kostum mereka. Seperti misalnya klub Persija Jakarta. Di kostumnya terpampang tulisan “Enjoy Jakarta” yang merupakan tagline pariwisata dari kota Jakarta itu sendiri. Langkah ini dinilai hemat dan efisien oleh dinas pariwisata DKI Jakarta untuk berpromosi dibanding dengan membuat iklan-iklan di televisi atau media cetak. Bayangkan setiap Persija main dan ditayangkan live oleh sebuah stasiun tv, berapa juta rakyat Indonesia (dan mungkin hingga luar negeri) yang melihat tulisan tersebut dan penasaran untuk tahu apa arti tulisan tersebut. Mungkin secara tersirat masyarakat sudah tahu bahwa itu adalah promosi pariwisata Jakarta, tetapi bagi yang masih bingung tinggal mengetikan keyword Enjoy Jakarta di internet maka akan keluar banyak informasi tentang itu. Bahkan lengkap dengan program-program, tujuan, dan biaya pariwisata di Jakarta. Hal ini dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jakarta dan akibatnya adalah menambah APBD dari Jakarta itu sendiri.

Terakhir saya berharap agar perkembangan olahraga di Indonesia khususnya sepakbola dapat merata hingga ke daerah-daerah di pelosok negeri. Karena saya yakin apabila sebuah klub dari suatu daerah sudah dikenal publik, maka hal itu akan mendongkrak jumlah wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut, dan pada akhirnya akan meningkatkan roda perekonomian daerah tersebut. Sehingga nantinya perekonomian di Indonesia akan merata.

akhir kata, Maju Terus Sepak Bola Indonesia !!!

Depok, 26 Mei 2012 pukul 5.57 Sore

0 komentar:

Posting Komentar