RSS

Film Action Versi Anak Negeri


 

Hahhh, akhirnya saya menonton film ini setelah 2 minggu pemutarannya di bioskop seluruh dunia (ya, selain di Indonesia, film ini juga di rilis di Amerika Serikat, Australia, dan sebagian Eropa). Mendengar berita tentang film ini, sudah sepantasnya kita turut bangga dengan film yang satu ini. Film ini meraih sejumlah penghargaan di berbagai festival film internasional antara lain, dalam Toronto International Film Festival (TIIF), menyabet penghargaan tertinggi ‘The Cadillac People’s Choice Award’. Film laga ini juga meraih penghargaan sebagai film terbaik dan sekaligus Audience Award di Jameson Dublin International Film Festival dan menjadi film favorit juri di Festival Film Sundance. 

Seolah menepati janji penggemarnya, film laga Indonesia ini penuh dengan atraksi ketegangan layaknya film-film produksi Hollywood. Film ini bercerita tentang Rama (Iko Uwais), seorang polisi anti terror yang sedang ditugaskan menyerbu jaringan narkoba di satu apartemen kumuh di suatu kota di Indonesia. Tergabung dalam tim berangggotakan 18 orang, mereka menyusup, menyerbu, dan terjebak secara sia-sia dalam gedung penuh gangster itu. Rama juga terjebak dan menjadi satu dari tiga yang tetap selamat sampai akhir. 

Yang cukup istimewa adalah properti perorangan yang dilekatkan dalam film berdurasi 120 menit ini mendekati sosok nyata seorang tentara pasukan khusus. Ditambah lagi dengan gambar-gambar menggetarkan yang sering hadir. Misalnya, saat pipi Rama teriris pelan-pelan karena golok penjahat menembuh dinding kayu di satu apartemen, di mana dia bersembunyi bersama temannya yang terluka. Sangat nyata dan penonton banyak yang cukup ngeri sendiri melihat adegan itu. Hampir setengah film ini diisi dengan adegan perkelahian jarak dekat yang seru dan "kreatif" seperti yang diperagakan aktor-aktor Hollywood. Sebut misalnya teknik kelahi tangan kosong Steven Seagal, hal itu bisa dilakukan di "The Raid" secara mulus. 

 

Semoga film The raid ini dapat menjadi awal dari majunya industri perfilman di Indonesia. Saya yakin anda pun pasti sudah sangat-sangat bosan dan muak melihat bioskop hanya di isi film-film cinta dan horror murahan yang sarat dengan adegan “esek-esek”…


                        Depok, 5 April 2012, pukul 22.17

0 komentar:

Posting Komentar