RSS

Pemimpin ala Jokowi


Baru sekitar sejam yang lalu, saya ikut dalam kuliah umum transportasi dan Industri Esemka oleh IR. Joko Widodo atau yang lebih popular dipanggil Jokowi. Beliau merupakan salah satu tokoh dibalik booming nya mobil esemka. Perlu diingat, mobil esemka bukanlah dibuat langsung oleh anak SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), melainkan oleh para lulusan SMK yang bekerja di perusahaan KIAT Motor. Jadi selama ini terjadi salah tafsir dalam hal ini. Tapi kita perlu memberi apresiasi besar terhadap munculnya mobil nasional yang telah lama ditunggu-tunggu publik tanah air. 


Pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas banyak tentang industri mobil esemka, melainkan tentang seorang Jokowi. Kita semua tahu, bahwa Jokowi adalah walikota Surakarta saat ini (ini periode kedua kepemimpinan Beliau). Beliau menang mutlak pada pemilukada yang lalu dengan mendapat sekitar 91% suara. Ini pun masuk kedalam museum rekor Indonesia sebagai presentase kemenangan terbesar dalam pemilu di Indonesia. Mengapa rakyat Surakarta atau Solo begitu mempercayakan kota nya kembali dipimpin oleh seorang Jokowi??? Tentu Jawabannya seputar hal-hal positif tentang dirinya. 

Seperti kita semua tahu Jokowi telah berhasil membangun kota Solo menjadi sebuah kota yang cantik dan dinamis. Peradaban budaya lokal dan modern dapat berdampingan dengan gagahnya. Salah satu misalnya adalah membatasi jumlah mall yang akan dibangun di Solo. Dari 14 pelamar, hanya 1 pengembang yang diijinkan membangun mall disana. Selain untuk menyelamatkan potensi pasar tradisional, diloloskannya satu pengembang ini juga agar kota Solo tidak dicap anti investor. Hal lainnya adalah Jokowi mampu memindahkan para PKL ke tempat baru yang tidak mengganggu keindahan kota. Suatu hal yang hampir mustahil dilakukan pendahulunya. Beliau mengatakan, dalam menjalankan itu semua, ia menggunakan pendekatan humanis, bukan fisik. Mungkin hal ini yang membuat para PKL tersebut menerima anjuran walikotanya. 

  

Dalam urusan birokrasi, Jokowi pun banyak mendapat apresiasi dari rakyatnya. Beliau yang mempercepat proses pembuatan KTP dari 2 minggu menjadi hanya 1 jam (padahal beliau mengatakan bisa saja waktunya 8 menit, tetapi kasihan petugasnya). Selain itu juga kota Solo sekarang memiliki kartu program kesehatan masyarakat Surakarta. Kartu tersebut mirip kartu kredit karena terdiri dari kartu gold dan silver. Tetapi bedanya, bila dikartu kredit kartu gold dimiliki oleh orang kaya (banyak uang), maka di kartu jaminan kesehatan ini kartu gold dimiliki oleh orang yang miskin. Begitu pula pada kartu jaminan bantuan pendidikan. Bahkan kartu ini memiliki jenis platinum untuk warga yang benar-benar sangat miskin. Kartu-kartu tersebut dapat dipergunakan masyarakat Solo di sekitar 15 rumah sakit, puluhan puskesmas dan hampir seluruh sekolah di Solo. 

Mungkin hal ini yang membuat Beliau mau maju (ditugaskan maju oleh partainya lebih tepatnya) sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta. Berpasangan dengan Ahok, mereka dinilai mampu menyelesaikan persoalan-persoalan di ibukota ini. Dalam kuliah umum tadi pun, banyak penanya yang menyinggung masalah pencalonannya. Ada yang menanyakan tentang masalah transportasi publik yang masih buruk hingga saat ini. Dan Jokowi menjawab, konsep dirinya adalah “move people, not car”, jadi orangnya yang berpindah menggunakan angkutan umum, bukan kendaraan pribadi. Bila dirinya dipercaya memimpin Jakarta, ia akan membuat rail pass di jalur busway saat ini. Konsepnya mirip busway dengan jalur khusus, tetapi rail pass berjalan diatas rel besi. Rail pass dipilih karena mampu menampung lebih banyak penumpang sekali jalan (sekitar 1000 orang). Proyek ini diprediksi akan selesai dalam 3 tahun saja. Beliau juga berjanji akan membatsi jumlah pembangunan mall di Jakarta serta membenahi system tata kota. Karena menurutnya saat ini tata kota di Jakarta sangat buruk. 

Jokowi menilai, sebagai pemimpin, kita harus banyak mendengarkan suara rakyat. Rakyat itu yang merasakan keadaan dilapangan. Tugas pemimpin adalah memastikan semua rakyatnya merasa aman dan sejahtera. Jadi beliau sering menggunakan waktunya untuk berdiskusi dengan rakyatnya. Beliau juga menerapkan prinsip kerja yang unik, 80% lapangan dan 20% kantor. Menurutnya saat ini Indonesia telah memiliki banyak ide yang matang secara konsep, tetapi kacau dalam pelaksanaannya. Untuk itu ia akan lebih meluangkan waktunya untuk kerja di lapangan. Terakhir saya jadi teringat salah satu ucapan dari Aristoteles,
“sebuah kota lebih baik dipimpin oleh orang yang baik, daripada hukum yang baik”.

Akhir kata, maju terus pak Jokowi !!! buat perubahan di Jakarta. Membangun jakarta berarti membangun Indonesia.

 


Depok, 2 April 2012 pukul 16.35

0 komentar:

Posting Komentar