Ada
sebuah kisah dimana malaikat surga dan neraka sedang berebut nyawa seorang
manusia. Malaikat neraka yakin bahwa orang itu semasa hidupnya adalah seorang penjahat.
Dia telah membunuh 100 orang dalam hidupnya. Sehingga pantas bila dimasukkan ke
neraka. Tetapi malaikat surga merasa bahwa orang tersebut meninggal dalam perjalanan
hendak ingin bertobat, jadi pantas dimasukkan ke surga. Maka berdebatlah kedua
malaikat tersebut. Hingga akhirnya kedua malaikat sepakat untuk menghitung
jarak apakah manusia tadi lebih dekat ke tempat maksiat atau tempat tobat saat
meninggalnya. Setelah diukur ternyata manusia tadi lebih dekat beberapa centi
ke pintu tempat tobat tujuannya daripada maksiat. Sehingga sekarang malaikat surga
dapat tersenyum mengambil nyawa manusia tersebut.
Gue jadi mikir nih, kalo gue
meninggal sekarang gue lebih deket ke tempat tobat atau ke tempat maksiat ya. Andai
aja gue bisa ukur dan hitung pake meteran atau alat ukur biasa terjawablah
pertanyaan gue. Tapi sekarang gue bisa ukur pake apa?
Umar bin Khatab pernah berkata: Hasibu
anfusakum qabla anthasabu. Yang artinya: “hisablah dirimu sebelum engkau dihisab.”
Ya Allah berikanlah kekuatan pada
hamba-Mu yang lemah ini untuk mampu mengingat kesalahannnya dan bukan hanya
mengingat berapa pahala yang aku dapatkan.
Yaa Allah bihaa, Yaa Allah bihaa... Ya Allah bihusnil
khotimah… Aamiin…









0 komentar:
Posting Komentar