Nggak
ada kata bosen untuk nonton konser band Indonesia favorit gue sejak masih
bocah, Sheila On 7. Apa lagi kalo liat penampilan dari sang vokalis, Duta yang
selalu tampil energik. Dan gue baru aja ngrasainnya pas nonton untuk ke 4
kalinya penampilan Sheila On 7 secara langsung di acara Sinofest 2013, sebuah
acara dari prodi Sastra Cina FIB UI.
Dengan membawakan total 14 lagu,
yang menurut gue wahh banget, para penonton tetap belum puas akan penampilan
Sheila On 7 malam itu. Mereka ingin terus digoyang dan dibuai dengan lagu-lagu
yang sangat hits jaman mereka SD (sebagian besar penonton lahir 90an).
Dibuka dengan lagu Pria Kesepian, para lelaki jomblo yang
datang pun sejenak melupakan kesendirian mereka. Mereka semua larut akan suara
Duta yang tampil sangat prima malam itu. Lagu kedua Sahabat Sejati sukses mengingatkan gue akan sahabat-sahabat terbaik
gue sejak jaman SMA. Andai saat itu mereka ada..
Lagu ketiga, dimainkannya Seberapa Pantas dari album ketiga
mereka 07 Des. Dan ini adalah salah satu lagu favorit gue.
Mungkin
kini kau tlah menghilang tanpa jejak, mengubur semua indah kenangan,
Tapi
aku slalu menunggumu disini, bila saja kau berubah pikiran…
Lagu
keempat, lagu yang penuh kenangan buat gue, Bila Kau Tak Disampingku, atau kalo anak-anak Sheila Gank bisa
nyebut BKTD. Gue pertama kali
belajar gitar kelas 4 SD bawain lagu ini diajarin sepupu. Tapi hasilnya….gagal.
Dan gue sampe sekarang tetep nggak bisa maen gitar.
Selanjutnya lagu kelima malam itu,
lagu yang pertama kali ngenalin diri gue sama band asal kota gudeg ini, Kita. Gue tau lagu ini karena jadi
soundtrack sinetron Lupus di TV. Karena penasaran gue cari tau penyanyinya dan
sampe sekarang nggak pernah nyesel ngefans sama band satu ini. Gue juga suka
lagu ini karena bintang video klip nya yaitu Mona Ratuliu :D
Lagu selanjutnya, Pemuja Rahasia yang ditujukan untuk
siapapun yang lagi PDKT sama gebetannya tapi malu-malu. FYI, gue pertama kali
kenal yang namanya Adul ya dari video clip lagu ini. Next song, Yang Terlewatkan yang akhir-akhir ini
pun sering gue lewatkan di daftar playlist gue. Setelah itu berturut-turut
berkumandang Hari Bersamanya, Sekali Lagi, dan Betapa.
Hujan
Turun yang banyak direquest para Sheila Gank yang hadir
pun akhirnya dimainkan juga. Gue suka irama dan permainan gitar Erros di lagu
ini, karena meskipun ada di album baru, tapi kualitas petikan Erros
mengingatkan gue akan lagu-lagu mereka di album satu sampai tiga (yang menurut
gue masih yang terbaik). Gue merasa lagu ini itu ya Sheila On 7 banget.
Melompat
Lebih Tinggi yang cukup menguras energi para penonton yang lompat-lompatan
pun tidak ketinggalan dimainkan. Ditengah suasana yang panas, dehidrasi, dan
pegel, para Sheila Gank masih tetap mengeluarkan suara terbaik mereka untuk
mengimbangi koor dari sang vokalis, Duta. Dan
yang dimainkan sesudahnya pun benar-benar menjadi milik penonton yang hadir
malam itu. Error sang gitaris mengarahkan mic kearah penonton untuk bernyanyi
bersama. “kasihan Duta, umurnya udah kepala tiga. anaknya pun udah dua.” Canda
Erros yang memberi kesempatan pada Duta untuk sejenak mengambil nafas.
Dan lagu yang menjadi penutup malam itu adalah
Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan. Sebuah
lagu wajib untuk acara promnite SMA atau suatu acara perpisahan. Lagu itu
menuntun kita untuk senang dan bangga akan kesempatan kali itu, karena waktu
tidak akan pernah kembali.
Bersenang-senanglah,
karena hari ini akan kita rindukan, di hari nanti.
Bersenang-senanglah, karena waktu ini akan
kita banggakan, di hari tua...
Awalnya
gue cukup kecewa karena banyak lagu-lagu favorit gue yang nggak masuk daftar playlist.
Lagu-lagu kayak Pede, Berai, Tunggu Aku di Jakarta, Mari Bercinta, Ingin
Pulang, Kau Kini Ada, Karna Aku Setia, Have Fun, dan tentu saja lagu
paling-paling favorit gue dari semua lagu Sheila On 7, Saat Aku Lanjut Usia.
Tapi
secara umum, gue suka penampilan Sheila On 7 malam itu. Semua personil tampak
enjoy dan tidak ingin mengecewakan semua fans mereka yang hadir. Brian di
departeman drum yang tampil cukup ngerock kali ini, Adam yang selalu tampil
cool di belakang bass kesayangannya, Erros yang kualitas gitarnya masih yang
terbaik menurut gue, dan Duta yang selalu tampil energik sepanjang konser bak
anak muda yang baru lulus SMA. Itu lah salah satu alasan gue suka band ini. Gue
merasa band ini nggak pernah menjadi tua. Dari awal gue kenal Sheila On 7 sampe
detik ini, mereka semua nggak ada yang berubah. Ya musik, tampang, sampai
kesahajaan para personilnya. Saat banyak band-band muda sekarang yang terbawa
arus industri pasar, Sheila On 7 tetap tampil apa adanya seperti saat mereka
pertama kali berangkat ke Jakarta. Gue salut dan bangga menjadi bagian dari
keluarga Sheila Gank.
Tidak lupa juga gue mau ngucapin banyak terima
kasih kepada panitia Sinofest 2013 yang telah mendatangkan Sheila On 7 ke UI.
Semoga kedepannya semakin banyak band-band angkatan 90an yang tampil di kampus
ini. Aamiin
Depok,
27 April 2013 pukul 1.54 AM









0 komentar:
Posting Komentar