RSS

5 Lagu Kawinan



Kalau kata salah satu senior, ada 2 momen yang membuat pria menjadi sangat gelisah dan susah tidur. Yang pertama adalah malam menjelang sidang skripsi, dan yang kedua adalah malam menjelang akad nikah. Dan kebetulan saya belum merasakan keduanya. Khusus yang kedua, masih jauh memang, tapi saya sudah mempersiapkan 5 list lagu yang akan saya persembahkan untuk (calon) istri saya kelak. Saya sengaja hanya memasukkan lagu Indonesia di daftar ini, karena memang hanya lagu-lagu ini yang terus ada di memori kepala saya. 

Berikut saya berikan urutannya:


5. Dia  (Maliq & D'essentials)

Personil Maliq dapat menjawab kegelisahan para penikmatnya dengan lirik lirik yang puitis nan romantis. Lagu ini menggambarkan seseorang yang telah menemukan pujaan hatinya setelah sekian lama menutup hatinya akan cinta. Dan saya masih menunggu sosok “dia” yang akan saya persembahkan untuknya.

Dia seperti apa yang selalu ku nantikan aku inginkan
Dia melihatku apa adanya seakan kusempurna

Tanpa buah kata kau curi hatiku
Dia tunjukkan dengan tulus cintanya
Terasa berbeda saat bersamanya
Aku jatuh cinta

Dia bukakan pintu hatiku yang lama tak bisa kupercayakan cinta
Hingga dia disini memberi cintaku harapan


4. Janji Suci (Yovie and Nuno)

Lagu ini seolah ingin mempertegas bahwa kita masing-masing adalah calon yang terbaik satu sama lain. Ungkapan kesungguhan hati dan kesetiaan juga teras kental dalam lagu ini.

Dengarkanlah wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini

Dengarkanlah wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini

Aku ingin, mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir

Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini

Akulah yang terbaik untukmu…


3. Koncianmu (BIP)

Banyak diisi oleh orang-orang ex. Potlot (Bongky, Indra Q., Pay) menjadikan lagu-lagu BIP memiliki banyak kemiripan dengan Slank. Selain itu lagu ini dapat menjadi pengingat kalau jodoh gak akan kemana. Lha wong saya juru kunci hatinya kok.. Hahaha

Di jari manisnya melingkar cincinku
Itu tanda dia milikku
Di kulit mulusnya terukir namaku
Seumur hidupnya

Gak pernah bisa kau lari
Pasti kau kan kembali padaku

Karena aku kuncianmu
Penguasa hatimu

Gambar di handphonenya terpajang wajahmu
Tak mungkin dia merubahnya
Percuma usaha merebut hatinya
Bisa jadi patah hati

Tak akan pernah khianati
Aku bagaikan candu untukmu

Karena aku kuncianmu
Pilihan hatimu
Hanya aku kuncianmu
Penguasa hatimu

Karena aku kuncianmu
Penguasa hatimu

Cuma aku penguasa hatimu
Karena aku kuncianmu
Penguasa hatimu

Cuma akulah candumu
Karena aku kuncianmu
Hanya aku, hanya aku…
Karena aku kuncianmu


2. Mawar Merah (Slank)

Sebenarnya lagu ini lebih cocok dan pas dibawakan saat akan melamar calon istri. Slank dengan liriknya mampu menjawab kegelisahan para pria berkantong pas-pasan seperti saya yang sering kurang percaya diri saat berhadapan dengan mobil mewah, gadget canggih, serta berbagai macam gaya hidup berkelas lainnya. Tapi saya yakin, seyakin lagunya, kalau “dia” memang mawar merahku..

Memang ku tak mampu belikan dia perhiasan ...... tak pernah
Atau memberi kemewahan
 Tapi kuyakin dia bahagia
Tanpa itu semua....

Walau memang dirimu bernasib baik ..... bapak lo kaya
Yang selalu kau andalkan untuk mendapatkannya
Percuma kau dekati dia
Karena cintanya pasti untukku

Aya ya ya..... simpan saja uangmu
Aya ya ya . ...bawa pergi mercy mu
Aya ya ya ....... Enyahlah dari bunga mawarku
Aya ya ya.... Enyahlah dari mawar merahku ....
Karena dia milikku

Memang penampilanku, juga rupaku Slengean
Memang cara hidupku tak teratur pengangguran (kata orang sih !)
Tapi ku yakin dia bahagia karena dia mawar merahkuuu


1.   Saat Aku Lanjut Usia (Sheila On 7)

Dan inilah juaranya (menurut saya). Saya hanya ingin menghabiskan sisa umur saya dengan wanita yang saya sayangi, selain Ibu dan adik perempuan saya. Sesederhana itu. Sesederhana lagu ini.
 
Saat aku lanjut usia
Saat ragaku terasa tua
Tetaplah kau s’lalu di sini
Menemani, aku bernyanyi

Saat rambutku mulai rontok
Yakinlah ku tetap setia
Memijit pundakmu,
hingga kau tertidur pulas

Genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
Ku peluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
Kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
Saat kaki t’lah lemah, kita saling menopang
Hingga nanti di suatu pagi, salah satu dari kita mati
Sampai jumpa, dikehidupan yang lain

Saat perutku mulai buncit
Yakinlah ku tetap yang terseksi, wuhu..
Dan tetaplah kau s’lalu menanti
Nyanyianku, dimalam hari.


0 komentar:

Posting Komentar