RSS

Karena Bersamamu Adalah Candu


“Heyy kamu.. sudah masuk kamar kah?”
Maaf aku yang kembali tak bisa mengantarmu hingga kau menutup gerbang tempat kau tinggal. Maaf aku yang hanya sanggup mendoakanmu agar kau selamat dalam perjalanan. Mungkin kau illfeel, mungkin kau juga tidak nyaman saat aku berbaik hati mengantarmu. Tetapi aku tahu, kau hanya tak biasa diperlakukan istimewa oleh teman priamu. Ah, kau memang terlalu mandiri.


“Heyy kamu.. sudah masuk kamar kah?”
Segera bereskan jiwamu. Kau butuh sedikit relaksasi setelah lelah hari ini. Makan lele gorengmu. Hirup aroma teh panasmu. Oleskan krim ototmu. Kau butuh itu. Dan ya, jangan lupa susu dinginmu.

                                                           
“Heyy kamu.. sudah masuk kamar kah?”
Lakukan yang ingin kamu lakukan. Baca buku renunganmu. Pelajari materi kelasmu. Dengarkan musik favoritmu. Ini kamarmu. Kamu yang tentukan selera. Buat dirimu senyaman mungkin. Bukankah kenyamanan yang pada akhirnya membawa kita kembali?


“Heyy kamu.. sudah masuk kamar kah?”
Jika waktu tidur telah memanggil, segera gelar kasurmu, ambil bantal dan gulingmu, juga selimut hangatmu. Lalu tutup mata dan telingamu. Karena esok kau harus tepati janjimu. Berjuang untuk masa depan yang selalu kau banggakan itu.


“Heyy kamu.. sudah masuk kamar kah?”
Terima kasih untuk segalanya. Setengah hari yang melelahkan. Setengah hari pula yang menyenangkan. Maafkan jika aku selalu merepotkan. Jangan pernah letih untuk selalu mengingatkan. Tolong buat aku selalu nyaman. Agar kita selalu berada dalam satu genggaman.



Jakarta, 12 April 2015

0 komentar:

Posting Komentar