RSS

Happy 18th Sheila on 7




Jujur sebenarnya saya lupa hari ini adalah hari ulang tahun dari band favorit saya, Sheila on 7. Tetapi untungnya ada seseorang yang mengingatkan itu. Agak susah memang buat saya menulis panjang lebar tentang band satu ini. Bukan karena tidak menarik atau kurang kenangannya. Justru sangat banyak, sehingga saya sendiri bingung apa yang harus saya tulis saking banyaknya. Tapi ya sudahlah, walau sedang dikejar deadline skripsi yang tinggal 3 minggu lagi, saya sempatkan juga membuat sedikit cerita tentang band ini dan beberapa lagunya. 

Saya pertama kenal band ini melalui sepupu saya, sebut saja Afri. Saya ingat betul dipenghujung tahun 2000, saat-saat menjelang hari raya lebaran, sepupu saya itu mempunyai gacoan yang membuatnya dikelilingi banyak teman. Ya, album kedua dari Sheila on 7 Kisah Klasik Untuk Masa Depan telah dimilikinya. Sebuah hadiah ulang tahun dari Pakde saya. Saya yang lebih muda 3 tahun seperti mendapat referensi musik baru. 

Saya ingat kala itu band ini sedang naik-naiknya. Setelah cukup sukses di album pertama (terjual hampir 1,3 juta kopi), banyak orang semakin penasaran dengan kelima pemuda asal kota Jogja ini. Dan di album kedua ini lah puncak dari penasaran mereka. 

Saat itu lagu yang paling hits adalah Sephia. Hampir setiap pengamen yang saya temui pasti menyanyikan lagu itu. Di metro mini, warung kaki lima, komplek perumahan, hingga “pengamen” di kafe-kafe. Tidak ada yang meragukan lagu ini. Lagu ini bahkan menjadi sebuah simbol dari perselingkuhan. Siapa yang bisa menyangkal bahwa tiap ingat selingkuhan atau kekasih gelap yang terbayang adalah nama Sephia. Padahal Sephia sendiri itu tidak jelas siapa. Bahkan seorang Bimbim ‘Slank’ pun pernah menyebut lagu ini sebagai lagu yang EDAN karena lirik-liriknya yang begitu vulgar namun nyata dan indah.

Setelah puas dan sukses mengubek-ubek semua lagu di album itu, baru kemudian saya mendengar lagu-lagu dari album pertama mereka. Pertama yang saya tahu adalah lagu Kita. Karena lagu itu sempat dipakai sebagai sebuah soundtrack sinetron. Sinetron Lupus kalau saya tidak salah ingat. Selain itu faktor Mona Ratuliu juga yang mempengaruhi saya langsung jatuh hati dengan lagu ini. Mona memang menjadi bintang dalam video klipnya. 

Tetapi dari itu semua, adalah lagu Dan yang membuat saya yakin kalau saya mengagumi band yang benar. Empat menit empat puluh enam detik pertama saya mendengar lagu ini, saya seolah langsung terbius dengan lirik dan lagunya. Kata-kata yang indah dengan musik yang sederhana mampu menghipnotis siapapun yang mendengar. Hal sama yang berlaku juga di lagu J.A.P. Banyak lirik dan kata-kata ajaib disini. Siapa yang bisa mengira kata seperti alas tonggak harapan, untaian bunga canda, mimpi tanpa jemu, dan puitiskan sayang dapat terpakai dalam lagunya.       

Favorit saya adalah album ketiga mereka, 07 Des. Tidak ada lagu yang tidak enak disini. Dari Tunjukan Padaku, Seberapa Pantas, Buat Aku Tersenyum, Trimakasih Bijaksana, Mari Bercinta, Pria Kesepian hingga Saat Aku Lanjut Usia. Sayangnya album ini seperti menjadi album keemasan terakhir bagi meraka. Sebelum band-band baru nan segar macam Peterpan, Ungu dan Nidji muncul serta invasi musik bajakan yang kian merajalela. 

Beberapa album yang keluar setelah itu juga masih sering saya nikmati. Meski saya merasa warna musik mereka sedikit berbeda dari tiga album awal tadi. Memang beberapa terdengar lebih mewah dengan tambahan iringan biola dan alat musik tiup dari musisi senior, tetapi saya seperti kehilangan musik sederhana khas Sheila on 7 yang dulu pertama saya kenal. Atau memang telinga saya saja yang kurang musikalitasnya. 

Tetapi saya senang karena akhirnya ‘Sheila Music’ (sebutan harmonisasi irama lagu khas Sheila on 7) kembali lagi. Album Berlayar 3 tahun silam menjadi jawaban atas semua yang meragukan eksistensi bermusik band ini. Selain itu musik mereka juga menjadi tambah kaya dengan tambahan unsur perkusi, terutama di lagu Have Fun. Serta tambahan 2 lagu berbahasa inggris On The Phone dan Perfect Time yang mampu memberikan kesan berbeda.      

Saya mempunyai beberapa kaset dari album-album Sheila on 7. Entah masih bisa diputar atau tidak. Saya pun lupa kapan terakhir menyetelnya. Dan saya berjanji pada diri saya sendiri bila ada rejeki lebih akan membeli semua album-album Sheila on 7 kembali. Yang mungkin kali ini sudah dalam bentuk CD. Malu rasanya mengidolai sebuah band tetapi menikmati musik karyanya melalui hasil bajakan.

Dan terakhir tidak lupa saya (kembali) mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Sheila on 7 yang tahun ini menginjak usia 18. Sebuah usia matang untuk sebuah band. Semoga selalu bisa memberikan musik-musik berkualitas dan berlirik memorable. Dan semakin membuktikan diri sebagai salah satu musisi papan atas yang karyanya tidak akan pernah bosan didengar.  

0 komentar:

Posting Komentar